Tampilkan postingan dengan label sebuah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sebuah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Astronom Menemukan Sebuah Planet Muda Kesepian Diluar Angkasa

planet kesepian
Planet kesepian mengembara sendirian dengan bebas di ruang angkasa, diberi kode nama PSO J318.5-22, Planet ini hanya 80 cahaya tahun dari Bumi. Agaknya, usianya berusia 12 juta tahun. Menurut kerangka astronomi, sangat muda. Massanya sekitar enam kali lebih kecil dari massa Jupiter. I media rusia
Sebuah tim astronom internasional telah mendeteksi satu planet yang sangat eksotis yang mengambang di luar angkasa. Dia bahkan tidak memiliki bintang sendiri. Bobotnya, menurut para ilmuwan, adalah sekitar enam kali lebih besar dari massa Jupiter, dan usia hanya 12 juta tahun dan tergolong sebagai planet termuda.

Planet kesepian itu ditemukan oleh para astronom menggunakan teleskop Pan-STARRS1 (PS1). Planet kesepian diberi kode nama PSO J318.5-22.

Menurut para ilmuwan, sampai saat ini, planet asing ini adalah salah satu planet yang paling muda yang mengembara sendirian.

Selama dekade terakhir, para astronom telah menemukan ratusan exoplanets, terutama karena shading, yang terjadi selama berjalannya planet terhadap disk bintang.

Dalam hal ini, PSO J318.5-22 itu adalah sukses besar ilmuwan. Ini adalah salah satu planet kesepian termuda di ruang angksa.

Menurut ketua tim penelitian Dr Michael Liu dari Institut Astronomi, Universitas Hawaii di Manoa, berkat penemuan ini, ilmuwan memiliki bukti bahwa planet tersebut tunggal benar-benar ada di alam, seperti sebelumnya para ilmuwan hanya bisa berasumsi secara teoritis.

Minggu, 17 November 2013

Renungan Arti Sebuah Kehilangan


Renungan hari ini seputar kehidupan kita yang kadang tak terpikirkan oleh kita. Bila kita kehilangan "sesuatu" kita pasti akan berusaha mencari/mendapatkannya. Disini kita akan belajar mengenal arti kehilangan yang sebenarnya. harap kita bisa memahami kisah dibawah ini dan bisa menjadi orang yang bijak.


Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia
menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke
jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa
memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang
melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya
kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa
Anda melempakan sepatu Anda yang sebelah juga ?" Si bapak tua menjawab,
"Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."

***

Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup -
jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau
karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut
pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi
supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.


Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal
jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat
diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual,
pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan
sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua
kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak
tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.

" Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak
bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu
itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan. "


Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih
baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk
dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.

" Semoga kita menjadi orang yg bijak "