Tampilkan postingan dengan label pilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilih. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

Logo Pakatan Rakyat tahu mana nak pilih

Harakahdaily

Anis Nazri, 28 Mei 2012
KUALA LUMPUR: Selagi lapan perkara yang dituntut Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (Bersih) tidak dilaksanakan SPR, selagi itu isu dibangkitkan suruhanjaya itu tidak memberi kesan kepada Pakatan Rakyat.

Khususnya, perkara berkaitan larangan menggunakan logo sendiri membabitkan Pakatan Rakyat pada PRU ke-13, ia merupakan satu diskriminasi yang sengaja dilakukan.

Naib Presiden PAS, Salahuddin Ayub berkata biarpun Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) akan bertindak melarang atau menurunkan mana-mana bendera parti di kalangan Pakatan Rakyat, beliau yakin rakyat tahu menilai dan memilih parti pilihan mereka.

"Kita tiada masalah. Jika tiada logo PKR dan DAP di tempat calon PAS bertanding, kita yakin rakyat bijak memilih. Begitu juga di tempat-tempat DAP dan PKR bertanding," tegas beliau ketika dihubungi Harakahdaily, hari ini.

Beliau mengulas kenyataan Timbalan Pengerusi SPR, Wan Ahmad Wan Omar, yang menyatakan Pakatan Rakyat tidak akan dibenarkan untuk menggunakan logo sendiri pada PRU ke-13 kerana Pendaftar Pertubuhan (ROS) masih belum meluluskan pendaftaran gabungan tersebut.

Tambah Salahuddin, isu yang lebih penting dibangkitkan SPR ialah isu membabitkan tuntutan Bersih, yang juga merupakan tuntutan bersama Pakatan Rakyat yang sehingga ini tidak diendahkan badan itu.

Mengulas status pendaftaran Pakatan Rakyat, Salahuddin melahirkan kekesalan kerana sehingga kini tidak mendapat sebarang jawapan daripada ROS.

"Sudah hampir dua tahun permohonan itu dibuat, sehingga kini tiada sebarang jawapan.  Saya tidak tahu mengapa, tetapi ia tidak menjejaskan jentera kita bagi menghadapi pilihan raya," tegas Salahuddin lagi.

Rabu, 27 November 2013

Salah Pilih Busana Bisa Pengaruhi Kesuburan


Pilihan busana tak hanya mengantarkan seseorang ke ruang pujian atau hujatan. Apa yang melekat di tubuh juga ternyata bisa mempengaruhi risiko kesehatan di masa depan. 

Sebagaimana ditulis Times of India, sejumlah pakar bahkan memperingatkan agar Anda tak terjebak pilihan fashion keliru, yang pada akhirnya bisa mendaratkan Anda di rumah sakit. 

Sebuah artikel di Wall Street Journalmenyebutkan bahwa mengenakan bra yang tidak pas dengan lingkar dada dan volume payudara bisa mengakibatkan nyeri di bagian punggung. Pemakaian sabuk yang terlalu ketat juga memicu tekanan pada saraf yang bisa berdampak serius. 

Sejumlah pakar kesehatan memberikan gambaran betapa sejumlah pria setengah baya atau lebih tua kerap mengenakan celana jins dengan lingkar perut yang terlalu sempit. Hampir seluruh pria itu sering menderita ketidaknyamanan perut, kembung, mulas dan bersendawa usai makan. 

"Saat membandingkan dengan lingkar perut, banyak yang memakai celana dengan ukuran lebih sempit, selisihnya rata-rata 7,5 sentimeter atau lebih," kata Dr. Octavio Bessa dalam artikelnya yang dipublikasikan di Archives of Internal Medicine.

Pemakaian celana yang terlampau ketat juga memengaruhi tingkat kesuburan. Studi yang dipresentasikan di konferensi tahunan "Reproduksi dan Embriologi Masyarakat Eropa" ke-12, mengungkapkan bahwa celana ketat bisa melokalisir panas yang berpotensi mempengaruhi kualitas sperma. 

Tak hanya soal celana, sejumlah pakar juga menyebut bahwa pemakaian kerah kemeja dan dasi yang terlalu menjerat leher dapat mengurangi sirkulasi ke otak dan meningkatkan tekanan intraokular, yang merupakan faktor risiko glaukoma.

Yang paling jamak adalah pemakaian sepatu bertumit tinggi yang berpotensi memperpendek otot tendon achilles. Tak hanya memicu kelainan kaki, pemakaian sepatu dengan hak menjulang juga dapat mengubah gaya berjalan, memicu masalah pergelangan kaki dan pinggul. (kd)• SumbEr VIVAnews